7 Kedutaan Besar Mengunjungi Festival Lembah Baliem 2016

kedubes-di-danau-habema-wamena-papua

7 Kedutaan Besar Mengunjungi Acara Festival Lembah Baliem di Papua, Wamena

Kategori Very Important Person (selanjutnya disebut, tamu  VIP) dalam laporan ini adalah para Duta Besar dan Perwakilan negara sahabat yang memenuhi undangan untuk menghadiri pagelaran Festival Budaya Lembah Baliem ke-27, yang dihelat pada tanggal 08 – 11 Agustus 2016 di Distrik Welesi, Kab. Jayawijaya, Papua, Indonesia. Dan kami dari Pesona indo Tour & Travel yang menangani mereka selama berada di Wamena. Ini merupakan tugas yang cukup berat untuk kami, karena kami harus menjaga mereka dengan baik dan selamat hingga mereka kembali.

Pada kesempatan tersebut tamu undangan VIP yang hadir adalah, sebagai berikut:

  1. Duta Besar Hungaria dan suami: H.E. Mrs. Judit Nemeth-Pach dan Suami
  2. Duta Besar Swiss dan suami: H.E. Yvonne Baumann dan Suami
  3. Duta Besar Bulgaria dan istri: H.E. Sergei Michev dan Istri
  4. Duta Besar Italia dan putri: H.E. Vittorio Sandalli dan Nona Maria Elena Sandalli
  5. Duta Besar dan Konsul Meksiko: H.E. Federico Salas dan Diego
  6. Head of Mission Armenia: mewakili Duta Besar H.E. Anna Aghadjanian
  7. Direktur Pusat Kebudayaan India dan Penari: Rohit Babbar dan Pooja

kedubes-di-danau-habema-wamena-papua

 

Ke-13 tamu VIP tersebut datang tidak bersamaan. Undangan yang pertama datang adalah Duta Besar Hungaria dan suaminya, mereka tiba di Bandara Wamena pada tanggal 05 Agustus 2016. Dan langsung menuju penginapan, yaitu Hotel Baliem Pilamo. Hotel Baliem Pilamo dipilih lantaran hotel ini masih yang terbaik yang tersedia di Wamena, baik dari segi pelayanan, fasilitas, maupun lokasi. Selanjutnya pada tanggal 06 Agustus 2016 tiba di Wamena adalah Duta Besar Swiss beserta suaminya. Pada tanggal 06 Agustus 2016 ini, sementara penjemputan untuk Duta Besar Swiss dilakukan, Duta Besar Hungaria beserta suami melakukan perjalanan ke daerah Kurima untuk berwisata. Hal yang ternyata pernah dilakukan oleh Suami Duta Besar Hungaria satu tahun sebelumnya. Sementara setelah Duta Besar Swiss masuk ke hotel, tak lama kemudian mereka dijemput oleh salah satu Gereja di Wamena, yang ternyata merupakan teman lama dari sang Duta Besar Swiss. Mereka diajak berkeliling dan bertemu masyarakat di sekitar Distrik Kurulu oleh pihak Gereja tersebut.

Pada tanggal 07 Agustus 2016 tibalah secara bersamaan dengan penerbangan pagi tamu-tamu undangan dari negara lainnya. Yaitu: Italia, Armenia, India, dan Bulgaria. Sedangkan Duta Besar dan Konsul Meksiko akan datang dengan penerbangan siang hari. Kedatangan mereka disambut dengan tarian tradisional dan juga kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, bapak Yohanes Walilo. Terlihat jelas bahwa gestur dari pemerintah Kab. Jayawijaya sangat diapresiasi oleh para tamu VIP. Wajah mereka terlihat sumringah melihat kehadiran salah satu pimpinan daerah yang diiringi oleh para penari lokal. Pada akhirnya mereka semua mencoba mengabadikan momen special itu. Pada saat itu Duta Besar Hungaria ikut menjemput rombongan tamu VIP yang datang dibandara. Setelah itu para tamu VIP dibawa menuju ke Hotel Baliem Pilamo, dimana semua tamu akan menginap selama berada di Wamena. Sementara Duta Besar Hungaria dan suaminya tidak langsung pulang kembali menuju ke hotel, tetapi sebaliknya mereka ingin melihat tempat perhelatan Festival Budaya Lembah Baliem 2016. Dan juga melihat-lihat ke seputaran Distrik Welesi, yang menjadi tuan rumah Festival kali ini. Dalam hal lain, Duta Besar Swiss dan suaminya tidak ikut menjemput sisa tamu VIP lainnya, mereka harus kembali memenuhi undangan teman baik mereka di Distrik Kurulu. Di sore hari, semua tamu sudah kembali berada di Hotel Baliem Pilamo. Sebelumnya informasi soal berkumpul kembali di lobby hotel pada pukul 19.00 WIT untuk menghadiri Gala Dinner sudah disampaikan.

gala-dinner-kedubes

Pada pukul 19.00, para tamu VIP berangkat ke gedung Oikumerek Kaso untuk menghadiri Gala Dinner dan malam ramah-tamah. Penyambutan dilakukan secara resmi oleh Bapak Bupati Kabupaten Jayawijaya, John Wempie Wetipo. Acara ini juga dihadiri oleh seluruh Muspida Kabupaten Jayawijaya dan juga masyarakat lokal. Setelah acara toast selamat datang dilaksanakan para komunitas-komunitas dari berbagai daerah lain yang tinggal di Wamena unjuk kebolehan mempertontonkan kesenian dari daerah masing-masing. Dalam banyak kesempatan, para Muspida lokal dan tamu VIP diajak untuk bergabung menari bersama dengan para penampil. Hal yang membuat malam menjadi berwarna dan tidak kaku. Suatu usaha yang sangat diapresiasi oleh para Tamu VIP. Di sesi terakhir tampil penari dari perwakilan pemerintah India, yaitu Pooja. Dia membawakan satu nomor tari dari daerah India Utara. Penampilan tari India ini disambut dengan sangat meriah oleh para hadirin dan sangat dinikmati oleh masyarakat lokal. Tarian ini menjadi salah satu highlight acara Gala Dinner. Misi kedatangan yang memang telah dinyatakan sejak awal oleh perwakilan pemerintah India melalui Direktur Pusat Kebudayaan India. Yaitu makin mempopulerkan keberagaman budaya India di Papua. Dan tentunya juga melihat secara langsung keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Direktur Pusat Kebudayaan India juga menekankan bahwa kita selaku 2 negara bersahabat dapat saling belajar kebudayaan masing-masing dan bagaimana mempertahankan nilai-nilai budaya itu.

Pada keesokan pagi, tanggal 08 Agustus 2016, para tamu VIP telah bersiap untuk menghadiri upacara pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem 2016. Mereka berkumpul sehabis menyelesaikan sarapan pada pukul 07.00 WIT di lobby Hotel Baliem Pilamo. Di kesempatan ini para tamu VIP akan menuju Kantor Bupati Jayawijaya untuk acara coffee morning dan ramah tamah  kembali dengan pimpinan lokal, yaitu: Bupati Jayawijaya John Wempie Wetipo, Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian, perwakilan Kejaksanaan Tinggi Papua, dan para Muspida Kabupaten Jayawaijaya . Pada saat itu, Pangdam Cendrawasih sempat menyinggung kepada para tamu VIP bahwa keadaan Papua saat ini kondusif, dan fungsi militer lebih dititik beratkan pada bidang sosial kemasyarakatan. Setelah acara coffee morning selesai maka semua hadirin kembali ke kendaraan masing-masing untuk bersama beriringan menuju tempat Festival Budaya Lembah Baliem ke-27 tahun 2016 (selanjutnya disebut, Festival) digelar.

Sesampainya di tempat perhelatan Festival, tarian selamat datang kembali dipertontonkan oleh para penari dari distrik tuan rumah, Distrik Welesi. Hal yang tentu saja meninggalkan kesan yang mendalam bagi para tamu VIP. Karena tidak henti decak kagum keluar sebagai komentar mereka. Sambil berjalan menuju panggung kehormatan para tamu VIP terus saja menikmati tarian selamat datang sambil berupaya mengabadikan momen tersebut. Tiba di panggung kehormatan maka tak lama kemudian Upacara Pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem ke-27 tahun 2016 dimulai. Tari pembuka berlangsung dan lalu dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan budaya dari berbagai distrik yang tersebar di Kabupaten Jayawijaya. Para tamu VIP sangat menikmati berbagai suguhan budaya yang ada. Banyak dari mereka yang akhirnya turun dari panggung kehormatan untuk melihat dan mencoba mengabadikan dari dekat. Lalu pada satu saat, Bupati Jayawijaya John Wempie Wetipo mengajak semua tamu VIP untuk melihat dari dekat upacara Bakar Batu yang sedang dilaksanakan di sisi panggung penonton. Para tamu VIP diajak bergabung dan coba mencicipi hasil upacara Bakar Batu yang telah dilaksanakan. Ubi, sayur mayor, dan berbagai daging dibagikan kepada para tamu. Sekali lagi para tamu VIP terlihat sangat menikmati dan mengagumi kearifan lokal masyarakat Lembah Baliem. Hal ini juga dikatakan oleh Duta Besar Switzerland untuk Indonesia, Mrs. Yvonne Baumann, saat diwawancarai secara live oleh stasiun TVRI Papua disamping upacara Bakar Batu dilaksanakan. Selama sepanjang acara hari pertama Festival dilangsungkan, para tamu VIP, secara umum, terlihat sangat menikmati suguhan pertunjukan budaya dari berbagai distrik di Kabupaten Jayawijaya. Saat matahari mulai tergelincir ke barat dan pertunjukan hari pertama hampir usai, para tamu VIP meninggalkan tempat Festival untuk kembali menuju ke hotel.

kedubes-di-festival-lembah-baliem-2016

Pada kesempatan makan malam, Liaison Officer VIP (selanjutnya, LO), menanyakan secara langsung tanggapan pribadi perwakilan pemerintah Armenia. Beliau yang sudah 4 tahun di Jakarta dan mampu secara aktif berbahasa Indonesia menyatakan bahwa hal yang ia lihat hari ini sangat berbeda dengan apa yang sudah dilihatnya di bagian lain Indonesia. Beliau sangat bersyukur sudah bisa hadir di Festival kali ini. Dan kedatangan beliau juga untuk dapat lebih mengetahui keberagaman di Indonesia dan bisa meyakinkan pemerintah negara Armenia untuk membuka kantor kedutaan yang bersifat permanen di Indonesia. Saat itu pula pertanyaan yang sama diajukan kepada Duta Besar Hungaria H.E. Judit Nemech-Pach, yang kebetulan berbagi meja makan malam yang sama di Hotel Baliem Pilamo. Beliau menanggapi bahwa rasa penasarannya akhirnya terbayar. Sudah lama beliau berniat mengunjungi Wamena, apalagi ditambah pada tahun sebelumnya suami beliau telah mengunjungi Wamena dan melihat langsung keindahan dan kebaikan masyarakat Lembah Baliem. Hal yang tentunya ingin pula dirasakan oleh sang Duta Besar Hungaria.

Keesokannya, tanggal 09 Agustus 2016, pada pagi hari LO mengantarkan Duta Besar Switzerland dan suami ke bandara untuk kembali ke Jakarta. Disaat itu pula ditanyakan mengenai pendapat H.E. Yvonne Baumann mengenai Festival secara khusus dan kondisi di Wamena secara umum. Beliau tanpa berpikir panjang menyatakan bahwa tahun depan kalau bisa akan berusaha datang lagi ke Festival dan juga mengunjungi Wamena. Karena pada kesempatan kali ini hanya bisa menghabiskan waktu selama 3 (tiga) hari dan menikmati 1 (satu) hari Festival. Hal yang sangat kurang bisa dinikmati secara pribadi oleh beliau. Tetapi dikarenakan tugas kenegaraan, maka beliau harus kembali pada tanggal 09 Agustus 2016 ke Jakarta. Beliau juga menyatakan sangat mengagumi tingkat kecintaan masyarakat terhadap budaya yang mereka miliki dan terus setia merawatnya dengan perayaan seperti Festival Budaya Lembah Baliem. Setelah melepas kepergian Duta Besar Switzerland d Bandara Wamena maka LO kembali ke hotel untuk memandu para tamu VIP lainnya melaksanakan city tour ke berbagai tempat menarik di sekeliling kota Wamena.

Tujuan city tour yang pertama adalah Danau Habbema, danau tertinggi di Indonesia. Meski cuaca tidak terlihat cerah,  mood dari para tamu VIP tidak terlihat menurun. Perjalanan menuju Danau Habbema berlangsung mulus dan mendapat pengawalan dari pihak Kepolisian Resort Jayawijaya. Tiba di Danau Habbema antusiasme dan keinginan menikmati keindahan lanskap Pegunungan Jayawijaya dari para tamu VIP tidak berkurang, meski cuaca tidak kunjung cerah. Sayangnya saat itu istri dari Duta Besar Bulgaria, Ibu Mariana Sichev mengalami mabuk perjalanan dan memutuskan tidak turun dari kendaraan. Cuaca yang kurang baik dan perjalanan berliku yang ditempuh untuk menuju Danau Habbema ternyata berakibat kurang baik bagi metabolisme tubuh Ibu Mariana. Kurang lebih 1 jam waktu dihabiskan di Danau Habbema untuk mengagumi keindahan dan coba mengabadikannya melalui kamera. Kemudian para tamu VIP diajak turun kembali ke Wamena untuk makan siang di Hotel. Perjalanan turun kembali ke Wamena sempat terhenti beberapa kali diakibatkan kondisi Ibu Mariana Sichev yang tidak kunjung membaik. Pusing dan mual yang dialaminya membuat beberapa kali rombongan berhenti dijalan, tetapi tentu saja hal ini bisa sangat dimaklumi oleh para tamu VIP. Setiba kembali di hotel, semua tamu VIP menikmati makan siang yang saat itu merupakan satu bentuk komplemen dari Panitia Festival. Ibu Mariana Sichev memutuskan untuk beristirahat dikamarnya dan tidak akan mengikuti agenda city tour selanjutnya. Acara makan siang bersama diikuti oleh semua anggota rombongan city tour hari itu. Termasuk awak media dan anggota kepolisian yang melakukan pengawalan.

Seusai makan siang maka perjalanan city tour dilanjutkan. Sesuai dengan yang telah direncanakan. Yaitu menuju Mumi di Kampung Jiwika dan menikmati lanskap Lembah Baliem di Baliem Valley Resort (Hotel Jerman). Dengan perjalanan selama kurang lebih 1 (satu) jam Kampung Jiwika dapat dicapai. Disini para tamu VIP dijelaskan mengenai keberadaan mumi dari Kepala Suku yang dihormati dan esensi keberadaan mumi tersebut bagi Jiwika maupun Suku Dani secara umum. Sekali lagi rasa kagum dan hormat dari para tamu VIP pada kebijaksanaan lokal masyarakat Lembah Baliem timbul. Satu per satu dari mereka bergantian berfoto bersama Mumi Kepala Suku tersebut. Selesai acara berfoto, giliran keindahan kerajinan asli masyarakat Jiwika yang menjadi sasaran kekaguman para tamu VIP berikutnya. Keberagaman bentuk dan macam dari cinderamata yang dihasilkan masyarakat Jiwika membuat mereka menghabiskan cukup banyak uang untuk membelinya, dengan perasaan puas tentu saja. Juga dengan harga yang dianggap cukup adil bagi para tamu VIP. Sayang sekali, tak lama kemudian hujan deras turun membungkus sore yang kelabu itu. Akhirnya diputuskan bahwa rencana kepergian ke Baliem Valley Resort untuk menikmati keindahan lanskap Lembah Baliem dibatalkan. Terutama dikarenakan cuaca yang berubah menjadi buruk. Kami putuskan bersama untuk kembali saja ke hotel. Dalam perjalanan kembali ke kota Wamena, LO yang berbagi kendaraan dengan Duta Besar Bulgaria mendapat komentar positif soal Festival dan juga rasa terimakasih tak hingga pada pimpinan maupun masyarakat lokal yang telah repot mengundang kehadiran Duta Besar Bulgaria. Beliau yang akan segera pensiun dari tugas diplomatiknya sangat menikmati kunjungan ke Lembah Baliem dan menaruh rasa hormat yang tinggi kepada masyarakat Lembah Baliem yang terus berusaha bangga dan menjaga adat istiadat maupun kebudayaan mereka. Pada pukul 15.30 WIT semua rombongan sudah tiba kembali di Hotel Baliem Pilamo. Dan para tamu VIP dapat beristirahat, karena keesokan hari sebagian besar dari mereka akan kembali ke Jakarta.

mumi-jiwika-bersama-kedubes-swiss

Selepas makan malam LO sempat berbicara panjang lebar dengan perwakilan dari India. Baik soal keberagaman manusia dan budaya di kedua negara, maupun soal kondisi masyarakat Papua yang ternyata berbeda dengan apa yang sudah dibayangkan oleh perwakilan dari India. Karena itu di pernyataan mereka sempat terselip keinginan agar kolaborasi pertunjukan budaya dari kedua negara dapat dilakukan, terutama dengan masyarakat Lembah Baliem. Karena itu mereka menitipkan pesan agar kiranya di Festival tahun selanjutnya ada kesempatan bagi perwakilan negara India dapat pentas bersama para penari lokal di Festival Budaya Lembah Baliem. Kesempatan yang mereka pikir juga akan cukup langka bisa didapatkan. Tetapi mereka sangat menginginkan kesempatan itu.

Pagi hari, tanggal 10 Agustus 2016, sebagian besar tamu VIP berpamitan untuk meninggalkan Lembah Baliem. Para perwakilan negara Italia, Bulgaria, Hungaria, Armenia, dan India akan meninggalkan Wamena untuk kembali ke Jakarta. Dalam kesempatan berada dalam satu mobil dengan Duta Besar Italia, H.E. Vittorio Sandalli, LO berusaha mendapatkan kesan dan pesan dari beliau soal Festival secara khusus dan Lembah Baliem secara umum. Beliau menanggapi bahwa adanya Festival sangat membuka mata beliau soal keragaman etnis dan budaya yang ada di negara kepulauan ini. Lembah Baliem dan masyarakatnya akan selalu mendapat rasa hormat yang tinggi dari beliau. Puteri beliau, Miss Maria Elena Sandalli, menambahkan bahwa pengalaman yang didapatnya selama beberapa hari terakhir di Lembah Baliem membuatnya memutuskan agar dapat kembali lagi di masa datang. Baik bersama teman ataupun keluarga. Dan juga tak lupa mereka menitipkan salam hormat dan banyak rasa terimakasih kepada para pemimpin maupun masyarakat Lembah Baliem yang telah sudi mengundang mereka ke Wamena. Sementara LO mengantarkan rombongan tamu VIP yang akan pulang hari itu, perwakilan negara Meksiko akan menunggu di Hotel dan direncanakan untuk kembali melihat keadaan di Festival.

baliem-valley-resort

Selesai mengantar ke Bandara Wamena dan mengucapkan selamat jalan, LO kembali ke hotel untuk menjemput Duta Besar dan Konsul Meksiko. Rencana utamanya adalah kami akan pergi ke arena Festival dan akan mengikuti acara hingga dinyatakan selesai. Sesuai arahan Panitia Pelaksana. Setiba di arena satu-satunya rombongan perwakilan negara yang masih tinggal di Wamena ini menuju panggung kehormatan untuk menikmati suguhan pertunjukan budaya hari ke-3. Saat sang Duta Besar Meksiko, H.E. Federico Salas menikmati pertunjukan dari atas panggung, sang Konsul Meksiko, Mr. Diego, sibuk berkeliling arena pertunjukan untuk memotret aktifitas masyarakat Lembah Baliem saat Festival berlangsung. Tetapi di beberapa kesempatan, sang Duta Besar juga tampak turun dari panggung untuk berfoto bersama para penampil.

Saat menjelang sore hari, bapak Bupati Jayawijaya John Wempie Wetipo bersama rombongan Muspida datang ke arena Festival untuk menutup secara resmi perhelatan Festival Budaya Lembah Baliem ke-27. Bapak Bupati Jayawajaya sangat berterimakasih ke perwakilan negara Meksiko yang telah mau mengikuti kegiatan Festival hingga selesai. Dibalas oleh H.E. Federico Silas, bahwa mereka terus terang sangat mengagumi keindahan Lembah Baliem dan masyarakatnya yang masih menaruh hormat dan bangga yang tinggi terhadap budaya lokal yang mereka miliki. Perwakilan dari Meksiko akhirnya tinggal hingga upacara penutupa Festival berlangsung. Dan sempat pula diminta untuk menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba yang diadakan selama Festival. Suatu gestur yang dinilai sangat baik oleh sang Duta Besar Meksiko. Selesai Acara Penutupan Festival, perwakilan Meksiko kembali ke hotel

Tanggal 11 Agustus 2016, kegiatan Karnaval Nusantara di Kota Wamena akan dilangsungkan.  Sehari sebelumnya bapak Bupati Jayawijaya juga telah mengundang perwakilan negara Meksiko untuk menghadiri acara Karnaval itu. Dan tentu saja kesempatan itu tidak ditolak oleh H.E. Federico Salas dan sang Konsul. Perwakilan Meksiko datang tepat menjelang acara Karnaval Nusantara dimulai dan dibuka oleh bapak Bupati Jayawijaya. Setelah kurang lebih selama 2 (dua) jam menikmati pertunjukan Karnaval, perwakilan Meksiko pamit diri. Mereka ingin sekali mengunjungi Baliem Valley Resort dan salah satu kampung adat di Wamena. Saat undur diri itu pula mereka sekali lagi mengucapkan terimakasih secara langsung kepada bapak Bupati Jayawijaya dan jajaran pimpinan lokal yang telah sudi mengundang kehadiran mereka dan mereka pamit untuk kembali ke Jakarta pada hari selanjutnya. Bapak Bupati John Wempie Wetipo juga mengucapkan terimakasih kepada perwakilan Meksiko telah mau menyediakan waktu untuk mengunjungi Lembah Baliem dan berharap apa yang telah mereka saksikan serta rasakan mampu disebar luaskan kebaikannya. Bapak Bupati juga berharap dapat bertemu di lain kesempatan. Selesai berpamitan dengan para pimpinan lokal, kami putuskan untuk mengunjungi Baliem Valley Resort terlebh dahulu, dikarenakan keadaan cuaca yang sangat baik. Kunjungan ke salah satu kampung adat dapat dilakukan setelahnya. 

Di Baliem Valley Resort kami makan siang dan tinggal beberapa saat untuk menikmati keindahan lanskap Lembah Baliem yang menyihir. Kemudian kami putuskan untuk pergi ke kampung adat Obia yang terletak tidak terlalu jauh dari Baliem Valley Resort. Tidak lama kami tiba di Kampung Obia dan langsung menemui masyarakat Obia yang ternyata baru saja selesai melakukan pertunjukan Tari Perang dan Bakar Batu bagi beberapa rombongan turis asing yang mengunjungi mereka. Pada kesempatan informal itu sempat terlontar undangan dari Duta Besar Meksiko bagi masyarakat Obia untuk dapat tampil di Meksiko atau setidaknya saat Kedutaan Besar Meksiko di Indonesia mengadakan satu acara. Tentu saja undangan informal ini sangat disambut oleh masyarakat Obia. Dan setiap saat akan siap untuk membicarakan secara serius mengenai undangan tersebut. H.E. Federico Salas terlihat senang dan akan mencoba mencari satu acara khusus agar bisa mengundang mereka. Saat itu juga terjadi pertukaran informasi antara kedua pihak, perwakilan Meksiko dan masyarakat Obia, soal pelestarian budaya dan pensikapan generasi yang lebih muda terhadap kebanggaan akan akar budayanya. Hal yang ternyata mulai luntur di Meksiko. Meskipun ternyata mereka masih banyak mempunyai masyarakat yang hidup secara tradisional, terutama di Meksiko bagian tenggara. Menjelang pukul 5 sore waktu Indonesia timur, perwakilan Meksiko berpamitan kepada masayarakat Obia dan berjanji akan datang lagi ke Obia apabila ada kesempatan untuk kembali berkunjung ke Lembah Baliem. Sesaat menjelang pukul 18.00 WIT kami tiba kembali di Hotel Baliem Pilamo dan beristirahat. . Pada malam hari sang Duta Besar menjadi narasumber tanya-jawab peliputan dari salah satu stasiun televisi swasta nasional yang berbasis di Jakarta.

Tanggal 12 Agustus 2016 di pagi hari, LO mengantar dan mengiringi kepergian Duta Besar dan Konsul Meksiko dari Bandara Wamena. Tugas VIP Handling selesai saat itu juga. Secara keseluruhan, dapat diambil kesimpulan bahwa keputusan untuk mengundang perwakilan dari negara-negara sahabat merupakan satu keputusan yang sangat baik. Semua pihak yang diundang sangat bersyukur bisa menghadiri Festival Budaya Lembah Baliem ke-27 tahun 2016. Yang di mata mereka merupakan satu kegiatan pelestarian budaya yang sangat berbeda dari yang pernah mereka saksikan di belahan lain bumi Indonesia. Keindahan alam dan kebanggaan berbudaya masyarakat Lembah Baliem sangat mereka kagumi. Mereka akui bahwa hal ini akan membekas dan meninggalkan kenangan yang mendalam. Dan sebagian besar dari para tamu VIP akan mencoba untuk datang lagi dan menikmati pesona Lembah Baliem dan masyarakatnya, baik secara perseorangan ataupun melalui kanal diplomatik.

Meskipun ada beberapa masalah dalam kinerja VIP Handling even Festival Budaya Lembah Baliem ke-27 kali ini, terutama masalah ketersediaan kamar hotel yang mewakili, hal tersebut dapat diselesaikan secara baik. Berkat pengertian dan kerjasama yang baik antara dari tim Pesona Indo Tour & Travel beserta hotel Baliem Pilamo. Demikian laporan kronologis VIP Handling ini dan kiranya dapat berguna bagi kita semua.

Salam dan terima kasih.

About Author

client-photo-1
admin pesona

Comments

Tinggalkan Balasan