5D4N
Duration
8/10
Physicality
Manokwari, Papua Barat
Location
17+
Age
Please check schedule
Dates

Tour pegunungan arfak manokwari

Tour Pegunungan Arfak Manokwari

Alam yang indah memang sudah tidak aneh di Papua. Kekayaan alam yang begitu mempesona memang tersebar luas di salah satu pulau besar Indonesia ini. Kekaguman ini juga akan kita saksikan ketika kita mengunjungi Danau Anggi di wilayah Manokwari, propinsi Papua Barat. Hamparan hutan hijau yang masih liar, pegunungan yang menjulang tinggi, dan kehidupan pedesaan yang masih tradisional menjadi daya tarik luar biasa atas anugerah tak ternilai dari Tuhan ini.

Danau Anggi yang terdiri atas dua danau besar ini terletak di kawasan cagar alam pegunungan Arfak dan berada di ketinggian kurang lebih 2.950 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai wilayah tempat tinggal suku Arfak ini, membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan mobil berpenggerak 4 roda. Harus dengan mobil off-road karena medan jalan menuju tempat ini memang mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Jalan tanah dengan batu-batu besar dan sungai-sungai deras yang harus diseberangi menjadi situasi yang dihadapi ketika menuju danau Anggi. Bahkan tidak jarang, para pelancong yang pergi ke danau ini akan menemui tanah longsor dan terhambat selama beberapa jam hingga tanah longsor dapat diatasi. Oleh karena itu, sopir-sopir kendaraan off-road yang biasa melewati jalan ini tidak akan berangkat bila cuaca hujan kurang bersahabat.

Perjalanan menuju danau Anggi memang relatif lama, namun tidak perlu kuatir karena pemandangan alam yang akan kita saksikan pun mampu membuat lupa waktu. Bila kita berangkat dini hari dari Manokwari, kemungkinan besar kita akan menyaksikan indahnya matahari terbit diantara pegunungan Arfak. Keindahan ini tidak akan terbayar dengan nilai uang dan kita tidak akan berhenti bersyukur bila menyaksikannya. Bulatnya matahari pagi muncul diantara gunung-gunung besar seakan menguak kabut-kabut pagi yang masih menyelimuti sebagian besar wilayah pegunungan. Hangatnya matahari akan berpadu dengan dinginnya udara asli pegunungan dan menghasilkan kesejukan yang sangat nyaman dinikmati.

Sesampainya di wilayah danau, kita akan disapa oleh perkampungan penduduk yang umumnya adalah masyarakat asli suku Arfak. Mereka sudah tinggal di wilayah ini sejak jaman purba dan sangat menghormati alam sekitar yang begitu indah ini. Rumah-rumah tradisional mereka yang biasa disebut rumah kaki seribu pun akan banyak ditemui di sepanjang jalan kampung sekitar danau. Warga setempat umumnya ramah dan memiliki sikap yang jauh lebih sopan dari masyarakat pegunungan papua secara umum. Mereka juga terkenal dengan kekuatan dalam berjalan kaki tanpa alas dari satu desa menuju desa lain yang berjarak puluhan kilometer.

Jauhnya perjalanan ini akan kita rasakan juga ketika kita melihat danau Anggi Gita yang terletak lebih rendah dari danau Anggi Ginji. Sebenarnya, ada dua alternatif jalan menuju kedua danau ini, satu melalui jalur atas dan satu lagu melalui jalur bawah sehingga kita akan menemui danau betina terlebih dulu. Jalan tanah berbatu yang berliku-liku menjadi penghubung kedua danau besar ini. Sebuah gunung tinggi menjulang menjadi pemisah kedua danau ini dan untuk mencapai Danau Anggi Ginji, kita akan mengitari gunung ini.

Danau Anggi Ginji maupun Gita memiliki air yang cukup tenang, perbedaannya terletak di warna air. Danau Anggi Ginji memiliki air yang berwarna kehitaman sedangkan Gita memiliki air berwarna biru terang, perbedaan ini disebabkan oleh pantulan hutan-hutan di sekitar danau dan berbagai plankton yang terdapat di dalam danau. Tumbuhan-tumbuhan khas pegunungan pun akan banyak kita saksikan di kedua danau Anggi, umumnya tumbuhan ini adalah endemik khas tempat ini, yang berarti tidak ada di wilayah lain.

Danau Anggi memang sulit dicapai, namun itu semua tidak akan berarti ketika kita menyaksikan sendiri keagungan alam sekitar danau yang begitu menakjubkan. Bahkan, menurut warga setempat kedahsyatan danau Anggi sudah diakui para peneliti dari luar negeri. Banyak sekali peneliti yang ingin meneliti kedalaman kedua Danau Anggi, namun belum ada satupun yang mampu menyelam dan mencapai dasar danau. Oleh karena itu, hingga kini kedalaman danau Anggi masih menjadi misteri yang belum terungkap. Misteri danau Anggi ini akan terus ada menjadi daya tarik dan bersinergi dengan pegunungan Arfak yang begitu unik.

Sumber: www.indonesiakaya.com

 

Additional information

TOUR TYPEADVENTURE, CULTURE, PHOTOGRAPHY
1

Hari 1

Berangkat dari Jakarta atau kota asal
Sriwijaya Air : 22.20 – 06:50
Garuda Indonesia : 21.00 – 08.00
2

Hari 2

Tiba di Bandara Manokwari pagi hari
Berangkat menuju pegunungan Arfak
Explore pegunungan Arfak
Menginap di Tenda/Camping
3

Hari 3

Explore pegunungan Arfak
Sunset area Danau Anggi
Menginap di Tenda/Camping
4

Hari 4

Sunrise di Puncak Kobrei
Melihat Burung pintar dan Burung Menari
Trip rumah adat Kaki Seribu
Kembali ke Manokwari
Menginap di Hotel Manokwari
5

Hari 5

Tour selesai dan diantar ke bandara
Sriwijaya Air: 11:45 – 15:15
Garuda Indonesia : 10:50 – 18:25
MINIMUM DEPARTURE8 Person
DEPARTURE TIMEBandara Manokwari (MKW) 09.00 GMT+9
RETURN TIMEBandara Manokwari (MKW) 11.00 GMT+9
THINGS TO BRINGTopi, sepatu, sandal, kacamata, sunblock, obat-obatan pribadi, kamera dan perlengkapannya, power bank, kaos, Tas (Bodypack/daypack/backpack)
INCLUDED
2 Mobil Double Cabin 4WD
Mobil drop ke bandara
Tenda besar isi 2 orang
Porter dan guide lokal
Makan selama tour
Hotel AC **/*** di Manokwari
Sleeping bag & matras
Air mineral
NOT INCLUDED
Tiket pesawat
Pengeluaran pribadi
Asuransi perjalanan
Tips guide

 

Tour pegunungan arfak manokwari
Burung menari arfak manokwari
paket tourr pegunungan arfak manokwari
Rumah kaki seribu Arfak tour
Tour arfak manokwari

Tour Reviews

There are no reviews yet.

Leave a Review

Rating