Pacu Jawi Padang

 

Photo Tour Pacu Jawi

Video Pacu Jawi https://youtu.be/NF8Aan721Bw

Photo tour Pacu Jawi ditujukan kepada para pecinta fotogra itu fotografer amati maupun profesional. Banyak sekali para fotografer yang memenangkan lomba foto dengan objek Pacu Jawi ini. Kami tim Pesona Indo akan memberikan destinasi lokasi memotret yang berbeda dari yang lain.

Pacu Jawi (Bahasa Minang) atau Pacu Sapi merupakan salah satu event budaya dari Sumatera Barat. Kegiatan ini biasanya dilakukan hanya untuk mengisi waktu setelah masa panen datang atau kadang diadakan 3 kali setahun sebelum musim tanam. Di Kabupaten Tanah Datar, ada empat kecamatan yang mempertahankan tradisi Pacu Jawi ini, yaitu: Sungai Tarab, Rambatan, Limo kaum, dan Pariangan.

Bicara mengenai pacu jawi tidak lepas dari atraksi Karapan Sapi di Madura. Kedua atraksi ini memang mirip namun ada beberapa hal yang membedakan antara Pacu Jawi dengan Karapan Sapi. Salah satunya adalah tempat berlangsungnya kedua atraksi ini. Jika Karapan Sapi dilaksanakan di tanah kering, maka Pacu Jawi ini dilaksanakan di tanah berlumpur bekas sawah yang telah dipanen penduduk setempat. Berbeda dengan Karapan Sapi, Pacu Jawi tidak menggunakan tongkat pendek berujung paku untuk mempercepat lari sapi di litasan.

Photo tour Pacu Jawi murni hiburan bagi para petani usai masa panen dan hal inilah yang membuat pacu jawi menarik, meriah, dan berbeda. Dilombakan bukan dengan pasangan lawan sebagaimana layaknya perlombaan tetapi hanya dilepas satu persatu. Seorang joki mengendarai sepasang jawi diapit pembajak sawah sambil memegang tali dan menggigit ekor kedua sapinya. Yang menjadi pemenang adalah pasangan jawi yang berlari paling lurus tanpa berbelok hingga ke garis akhir. Ada joki yang dapat menunggang sapi berlari cepat atau sebaliknya ada juga si jawi (sapi) yang tidak mau berlari bahkan pergi meninggalkan sang joki.

Jokinya akan dibekali alat bajak pacu yang terbuat dari bambu sebagai alat berpijak sewaktu perlombaan dimulai. Alat tersebut merupakan salah satu peralatan yang digunakan petani untuk membajak sawah.

Photo tour Pacu Jawi kini menjadi salah satu ciri khas dari Sumatera Barat tersebar di wilayah Tanah Datar dan Lima Puluh Kota. Atraksi ini menarik animo wisatawan dalam dan luar negeri untuk datang menikmati unik dan meriahnya Pacu Jawi yang penuh dengan aura ‘kejantanan’ ini. Ketika pertunjukan dimulai maka Anda akan melihat sang joki menggigit ekor sapi. Semakin keras joki menggigit ekor sapi maka semakin cepat sapi itu berlari.

Berjuanglah mendapatkan moment luar biasa ini melalui kamera Anda dari berbagai posisi, gerakan, ekspresi, dan guratan dari sang joki dan sapinya saat meluncur cepat di lapangan berlumpur. Semua ini adalah atraksi tersembunyi diantara pemandangan tropis yang rimbun dibawah langit biru Sumatera Barat.

Batu sangkar adalah sebuah kota kecil dimana Pacu Jawi dimulai. Biasanya perlombaan ini diadakan 3 kali setahun sebelum musim tanam. Atraksi ini dapat Anda nikmati di beberapa kecamatan di Sumatera Barat seperti: Limo Kaum, Pariangan, Sungai Tarab, Rambatan juga di Payobasung. Masyarakat di sini tahu bagaimana bersenang-senang dalam atraksi ini. Atraksi tersebut jelas membedakan joki sapi terbaik. Hanya ada beberapa yang mau mengambil resiko terjatuh di lumpur dengan kecepatan tinggi. Terkadang tidak semua joki dapat melakukan hal tersebut. Hanya joki-joki yang profesional yang dengan mudah melakukan atraksi gigiak ikua sapi tersebut.
Sapi berlari kencang, joki tangguh, cipratan lumpur berterbangan, sorak-sorai penonton, serta tepuk tangan bergemuruh adalah suasana dan pemandangan yang sulit Anda temui di belahan dunia manapun.

Daya tarik lain dalam Pacu Jawi ini adalah penampilan tarian dan permainan alat music tradisional yang diusung oleh masyarakat setempat.
Kegiatan Pacu Jawi telah berlangsung sejak masa Kaum Paderi menyebarkan pengaruhnya di Ranah Minangkabau. Pada saat bersamaan, pengaruh Kerajaan Pagaruyung mengalami penurunan akibat kekuasaan VOC. Pada awalnya, kegiatan ini dilakukan untuk mengisi waktu luang petani yang akan memasuki musim tanam.

Dianggap sebagai mahluk suci di Bali dan India, sapi merupakan hewan dengan otot kekar. Selama upacara pembakaran mayat di Bali (Lihat upacara Pelebon di Bali), sebuah sarcophagus berbentuk sapi dengan bermahkotakan emas merupakan sebuah media untuk mengantarkan jenazah anggota kerajaan ke tempat pembakaran jenazah.
Nah, jadi saat berkunjung ke Minangkabau selain mengunjungi Ngarai Sianok, Lembah Harau, Sikuai, Istana Pagaruyung, Tambang Sawahlunto, dan lain-lain, ada Pacu Jawi yang patut Anda saksikan untuk mengisi satu slot penting dalam khasanah wisata budaya di Minangkabau.

 

1

Hari 1: (L/D)

Tiba di bandara Minangkabau maksimal pukul 09.00
Menuju Padang Panjang dan mampir ke air terjun Lembah Anai
Makan siang sate Mak Sukur
Mengunjungi Pandai Sikek, kerajinan Songket dan Ukiran Kayu
Jika waktu memungkinkan, kita akan mampir ke pembuat gula Saka
Motret sunset di Puncak Lawang
Makan malam
Check in hotel Bukittinggi dan istirahat
2

Hari 2:(B/L/D)

Sunrise di Ngarai Sianok
Sarapan pagi di Hotel
Menuju Batu Sangkar dan motret Istana Pagaruyung
Makan siang
Pacu Jawi
Kembali ke Bukittinggi melalui Danau Singkarak
jika memungkinkan Sunset di Danau Singkarak
Makan malam dan kembali ke hotel
3

Hari 3: (B/L/D)

Sarapan pagi
Atraksi Silek Lanyah pagi hari di Batusangkar
Motret human interest di area sekitar
Kembali ke hotel dan check out
Makan siang
Menuju Bandara Minangkabau, ambil flight diatas jam 17.00
MINIMUM DEPARTURE8 Person
DEPARTURE TIME Bandara Padang (PDG) pukul 09.00 GMT+7
RETURN TIME Bandara Padang (PDG) pukul 18.00 GMT+7
THINGS TO BRINGTopi, sepatu, sandal, kacamata, sunblock, obat-obatan pribadi, kamera dan perlengkapannya, power bank, kaos, Tas (Bodypack/daypack/backpack)
INCLUDED
Hotel bintang 3 (twin-share)
Makan selama tour
Biaya silek layah
Photo guide
Transportasi darat
Biaya retribusi
Donasi Pacu Jawi
NOT INCLUDED
Tiket pesawat ke/dari Padang
Pengeluaran pribadi
Asuransi perjalanan
Tips Guide

 

Pacu Jawi Padang
Silek Layah Padang
Pacu Jawi
Rumah Gadang Padang

Tour Reviews

5.00 based on 1 review
Mei 27, 2016

Thank you for arranging our photosafari to Pacu Jawi. The hotel, food and event were great.

Leave a Review

Rating